Searching Here

Minggu, 02 Oktober 2016

Jenis-Jenis Kebijakan


1.    PENGERTIAN  KEBIJAKAN

Pengertian Kebijakan Menurut Beberapa Ahli
*             Thomas R. Dye
Thomas R. Dye mendefinisikan kebijakan publik sebagai berikut:
“Public Policy is whatever the government choose to do or not to do”.  (Kebijakan publik adalah apapun pilihan pemerintah untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu). Menurut Dye, apabila pemerintah memilih untuk melakukan sesuatu, maka tentunya ada tujuannya, karena kebijakan publik merupakan “tindakan” pemerintah. Apabila pemerintah memilih untuk tidak melakukan sesuatu, inipun merupakan kebijakan publik, yang tentunya ada tujuannya.
Sebagai contoh : becak dilarang beroperasi di wilayah DKI Jakarta, bertujuan untuk kelancaran lalu-lintas, karena becak dianggap mengganggu kelancaran lalu-lintas, di samping dianggap kurang manusiawi. Akan tetapi, dengan dihapuskannya becak, kemudian muncul “ojek sepeda motor”. Meskipun “ojek sepeda motor” ini bukan termasuk kendaraan angkutan umum, tetapi Pemerintah DKI Jakarta tidak meiakukan tindakan untuk melarangnya. Tidak adanya tindakan untuk melarang “ojek” ini, dapat dikatakan kebijakan publik, yang dapat dikategorikan sebagai “tidak meiakukan sesuatu”.

*             David Easton
David Easton memberikan definisi kebijakan publik sebagai berikut:
“Public policy is the authoritative allocation of values for the whole society”.(Kebijakan publik adalah pengalokasian nilai-nilai secara syah kepada seluruh anggota masyarakat).

*             James E. Anderson
Anderson mengatakan : “Public Policies are those policies developed by governmental bodies and officials”. (Kebijakan publik adalah kebijakan-kebijakan yang dikembangkan oleh badan-badan dan pejabat-pejabat pemerintah).

*             Kesimpulan
a)    Kebijakan publik dibuat oleh pemerintah yang berupa tindakan-tindakan pemerintah.
b)   Kebijakan publik baik untuk melakukan atau tidak meiakukan sesuatu itu mempunyai tujuan tertentu.
c)    Kebijakan publik ditujukan untuk kepentingan masyarakat.

 
  2.    JENIS-JENIS KEBIJAKAN


James E. Anderson (1970) mengelompokkan jenis-jenis kebijakan sebagai berikut :
1.         Kebijakan Distributif (distributive)
a.     Pengertian
ü Merupakan suatu kebijakan yang mengatur tentang pemberian pelayanan/keuntungankepada individu-individu, kelompok-kelompok, atau perusahaan-perusahaan.
ü       Adalah kebijakan dan program-program yang dibuat oleh pemerintah dengan tujuan untuk mendorong kegiatan di sektor swasta atau kegiatan-kegiatan masyarakat yang membutuhkan intervensi pemerintah dalam bentuk subsidi atau sejenisnya dimana kegiatan tersebut tidak akan berjalan tanpa adanya campur tangan pemerintah tersebut.
ü    Merupakan suatu kebijakan yang memberikan barang dan jasa kepada anggota organisasi, termasuk juga membagikan biaya barang/jasa diantara anggota organisasi. Misalnya kebijakan pemerintah dalam pendidikan dan pembangunan jalan raya. 
ü     Adalah subsidi yang diberikan oleh pemerintah biasa mengambil beberapa bentuk Cash atau Inkind (hadiah, pinjaman dengan bunga lunak, penurunan pajak, dsb.). 
ü      Adalah kebijakan dan program-program yang dibuat oleh pemerintah dengan tujuan untuk mendorong kegiatan di sektor swasta atau kegiatan-kegiatan masyarakat yang membutuhkan intervensi pemerintah dalam bentuk subsidi atau sejenisnya di mana kegiatan tersebut tidak akan berjalan tanpa adanya campur tangan pemerintah tersebut.

b.     Bentuk Subsidi
Subsidi yang diberikan oleh pemerintah bisa mengambil beberapa bentuk: Cash atau in-kind (hadiah, pinjaman dengan bunga lunak, penurunan pajak, diantaranya :
§   Subsidi pupuk, pestisida, dan alat-alat pertanian agar petani mau menanam padi unggul.
§   Penyediaan alat kontrasepsi gratis
§   Raskin
§   Kartu sehat
§   Kompensasi BBM
§   Beasiswa
Subsidi yang diberikan oleh pemerintah dapat dimaksudkan untuk mendatangkan efek sebagai berikut :
·           Positif (masyarakat mau melakukan aktivitas yang dikendaki pemerintah)
·           Negatif (masyarakat tidak melakukan aktivitas yang tidak disukai pemerintah

c.     Persoalan yang muncul dalam pembuatan kebijakan distributif
ü  Asumsi yang dipakai selama ini seolah antara kebijakan distributif yang satu dengan yang lain tidak berhubungan
ü  Dalam kenyataannya anggaran pemerintah sangat terbatas, sehingga kebijakan distributif yang dibuat oleh pemerintah dapat bersifat zero sum gamedi mana pembuatan kebijakan yang satu akan berimplikasi pada hilangnya kebijakan yang lain.

 2.         Kebijakan Redistributif (redistributive)
a.    Pengertian
Kebijakan redistributif adalah kebijakan atau program yang dibuat oleh pemerintah dengan tujuan dapat meredistribusikan kekayaan, hak kepemilikan, dan nilai-nilai yang lain diantara berbagai klas sosial masyarakat atau etnisitas di dalam masyarkat.

b.    Tujuan
Tujuan kebijakan redistributif adalah untuk mencegah ketimpangan yang makin lebar pada masyarakat.

c.    Asumsi yang Dipakai
Asumsi yang dipakai dalam pembuatan kebijakan ini adalah bahwa kompetisi yang terjadi di dalam masyarakat akan menghasilkan pemenang dan pecundang.

d.    Contoh
*        Pajak progresif
*        Mencegah adanya deskriminasi rasial atau gender
*        Program pelatihan kerja untuk orang miskin
*        Program Reformasi agraria


3.         Kebijakan Protektif Regulasi (Protective regulatory)
Kebijakan atau program-program yang bersifat protektif dibuat oleh pemerintah dengan maksud untuk melindungi masyarakat dengan mengatur apa  yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh sektor swasta.
Aktivitas-aktivitas yang dapat merugikan atau membahayakan masyakarat tidak akan diijinkan untuk dijual di pasar oleh sektor swasta. Kondisi yang dipertimbangan sangat diperlukan untuk melindungi kepentingan masyarakat harus diatur oleh pemerintah.
Contoh-contoh kebijakan protektif
*        Ijin peredaran obat
*        Pelabelan halal pada makanan
*        Peraturan tentang pengolahan limbah industri
*        Ijin kelayakan terbang pesawat
*        Pencantuman label merokok membahayakan konsumen
*        Ketentuan tentang upah minimum provinsi/kabupaten
*        Perda Miras


4.         Kebijakan Kompetitif regulasi (Competitive regulatory)
a.    Pengertian
Merupakan kebijakan atau program yang dimaksudkan untuk membatasi siapa-siapa saja yang boleh menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat.
 
b.    Asumsi yang dipakai
§  Barang dan jasa yang dibutuhkan merupakan barang langka sehingga tidak mungkin mengijinkan semua masuk di dalamnya contoh frekuensi radio.
§  Ada keperluan untuk menstandardisasi jenis barang/jasa demi keselamatan konsumen

c.    Sifat-sifat
§  Distributif karena dengan mengatur kompetisi pemerintah memberikan pangsa pasar yang menguntungkan bagi pihak yang diberi lisensi.
§  Protektif regulatif karena pemerintah menetapkan standart dalam pemberian pelayanan oleh provider kepada masyarakat.

d.    Contoh-contoh kebijakan kompetitif
v  Ijin trayek bus, pesawat udara, kapal
v  Ijin penggunaan frekuensi radio, televisi
v  Ijin pendirian sekolah, perguruan tinggi
v  Ijin pendirian usaha


5.    Kebijakan Regulasi (Regulatory Policy)
.Suatu kebijakan yang mengatur tentang pembatasan/ pelarangan terhadap perbuatan/tindakan. Contohnya adalah kebijakan tentang larangan memiliki dan menggunakan senjata api.

6.    Kebijakan Substantif
v  Suatu kebijakan dilihat dari substansi masalah yang dihadapi oleh pemerintah. Misalnya : kebijakan pendidikan, kebijakan ekonomi, dan Iain-lain.
v  Adalah kebijakan mengenai apa yang ingin dilakukan oleh pemerintah yang mengalokasikan keuntungan dan kerugian maupun biaya dan manfaatnya langsung kepada masyarakat.
v  Yaitu kebijakan yang menyangkut apa yang akan dilakukan oleh pemerintah. Sebagai contoh  dalam pembuatan suatu kebijakan publik, meskipun ada Instansi/Organisasi Pemerintah yang secara fungsional berwenang membuatnya, misalnya Undang-undang tentang Pendidikan, yang berwenang membuat adalah Departemen Pendidikan Nasional, tetapi dalam pelaksanaan pembuatannya, banyak instansi/organisasi lain yang terlibat, baik instansi/organisasi pemerintah maupun organisasi bukan pemerintah, yaitu antara lain DPR, Departemen Kehakiman, Departemen Tenaga Kerja, Persatuan Guru Indonesia (PGRI), dan Presiden yang mengesyahkan Undang-undang tersebut. Instansi-instansi/ organisasi-organisasi yang terlibat tersebut disebut policy stakeholders.


7.    Kebijakan Prosedural
kebijakan prosedural merupakan kebijakan yang berkaitan dengan bagaimana sesuatu akan dilakukan, atau siapa yang akan diberi kewenangan untuk mengambil tindakan. Contoh kebijakan prosedural adalah undang-undang atau peraturan atau ketetapan yang mengatur mengenai pembentukan suatu badan administratif tertentu serta kewenangan dan proses yang dimilikinya. Misalnya, UU BPJS.


8.    Kebijakan Materi (Material Policy)
Suatu kebijakan yang mengatur tentang pengalokasian/penyediaan sumber-sumber material yang nyata bagi penerimanya. Kebijakan material adalah kebijakan yang memberikan keuntungan sumber daya komplet pada kelompok sasaran.

9.    Kebijakan Simbolis (Symbolic policies)
Adalah kebijakan yang memberikan manfaat simbolis pada kelompok sasaran. Contoh: kebijakan pembuatan rumah sederhana.

10. Kebijakan Barang Publik dan Barang Pribadi (Public Goods and Private Goods Policies)
Kebijakan barang publik adalah suatu kebijakan yang mengatur tentang               barang-barang/pelayanan-pelayanan oleh pemerintah, untuk kepentingan orang banyak. Contohnya kebijakan tentang perlindungan keamanan, penyediaan jalan umum.
Kebijakan barang pribadi adalah suatu kebijakan yang mengatur tentang penyediaan barang-barang/pelayanan oleh pihak swasta, untuk kepentingan individu-individu (perorangan) di pasar bebas, dengan imbalan biaya tertentu.
Contoh: kebijakan pengadaan barang-barang/pelayanan untuk keperluan perorangan, misalnya tempat hiburan, hotel, dan Iain-lain.

KEBIJAKAN KURIKULUM 2013 PADA TAHUN 2016



Baca selanjutnya dengan mendownload file Disini

Senin, 26 September 2016

Pengembangan Instrumen Penilaian Autentik pada Ranah Afektif dan Psikomotorik


PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN AUTENTIK
PADA RANAH AFEKTIK DAN PSIKOMOTORIK

1.             PENILAIAN AFEKTIF (SIKAP)
A.         Lembar Observasi
Nama                                   :    
Kelas/Semester                    :    
Pelaksanaan Pengamatan   :    
No
Aspek yang diamati
Tanggal
Catatan Guru

















B.        Jurnal Perkembangan Sikap
Nama Sekolah           :    
Kelas/Semester          :    
Tahun Pelajaran         :    
No
Tanggal
Nama
Peserta Didik
Catatan Perilaku
Butir SIkap





















C.     Rekap Nilai Akhir Sikap
No
Nama
Peserta Didik
Aspek Yang Dinilai/Diamati
Deskripsi
Jujur
Disiplin
Tabggungjawab
Dst ...
SB
PB
SB
PB
SB
PB
SB
PB













































  Ket :   SB         :      Sangat Baik
            PB         :      Perlu Bimbingan

D.     Indikator yang Dapat Dikembangkan
1.       Sikap Spiritual
No
Sikap
Indikator
1
Ketaatan beribadah
·    perilaku patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya,
·       mau mengajak teman seagamanya untuk melakukan ibadah bersama,
·     mengikuti kegiatan keagamaan yang diselenggarakan sekolah,
·     melaksanakan ibadah sesuai ajaran agama, misalnya: sholat, puasa.
·     merayakan hari besar agama,
·     melaksanakan ibadah tepat waktu.
2
Berperilaku Syukur
·    perilaku menerima perbedaan karakteristik sebagai anugerah Tuhan,
·      selalu menerima penugasan dengan sikap terbuka,
·      bersyukur atas pemberian orang lain,
·     mengakui kebesaran Tuhan dalam menciptakan alam semesta,
·      menjaga kelestarian alam, tidak merusak tanaman,
      tidak mengeluh,
·      selalu merasa gembira dalam segala hal,
·      tidak berkecil hati dengan keadaannya,
·      suka memberi atau menolong sesama,
·      selalu berterima kasih bila menerima pertolongan,
3
Berdoa Sebelum dan Sesudah Melakukan Kegiatan
·     perilaku yang menunjukkan selalu berdoa sebelum atau sesudah
·       melakukan tugas atau pekerjaan,
·       berdoa sebelum makan,
·       berdoa ketika pelajaran selesai,
·       mengajak teman berdoa saat memulai kegiatan,
·       mengingatkan teman untuk selalu berdoa,
4
Toleransi dalam Beribadah
·    tindakan yang menghargai perbedaan dalam        beribadah,
·       menghormati teman yang berbeda agama,
·       berteman tanpa membedakan agama,
·       tidak mengganggu teman yang sedang beribadah,
·       menghormati hari besar keagamaan lain,
·       tidak menjelekkan ajaran agama lain.

2.       Sikap Sosial
No
Sikap
Indikator
1
Jujur
·        tidak mau berbohong atau tidak mencontek,
·      mengerjakan sendiri tugas yang diberikan guru, tanpa menjiplak tugas orang lain,
·       mengerjakan soal penilaian tanpa mencontek,
·     mengatakan dengan sesungguhnya apa yang terjadi  atau yang dialaminya dalam kehidupan sehari-hari,
·       mau mengakui kesalahan atau kekeliruan,
·     mengembalikan barang yang dipinjam atau ditemukan,
·    mengemukakan pendapat sesuai dengan apa yang diyakininya, walaupun
·       berbeda dengan pendapat teman,
·   mengemukakan ketidaknyamanan belajar yang    dirasakannya di sekolah,
·    membuat laporan kegiatan kelas secara terbuka    (transparan),
2
Disiplin
·      mengikuti peraturan yang ada di sekolah,
·      tertib dalam melakspeserta didikan tugas,
·      hadir di sekolah tepat waktu,
·     masuk kelas tepat waktu,
·     memakai pakaian seragam lengkap dan rapi,
·     tertib mentaati peraturan sekolah,
·     melaksanakan piket kebersihan kelas,
·     mengumpulkan tugas/pekerjaan rumah tepat waktu,
·     mengerjakan tugas/pekerjaan rumah dengan baik,
·     membagi waktu belajar dan bermain dengan baik,
·    mengambil dan mengembalikan peralatan belajar      pada tempatnya,
·      tidak pernah terlambat masuk kelas.
3
Tanggungjawab
-    menyelesaikan tugas yang diberikan ,
·     mengakui kesalahan,
·    melaksanakan tugas yang menjadi kewajibannya di kelas seperti piket   kebersihan,
·     melaksanakan peraturan sekolah dengan baik,
·     mengerjakan tugas/pekerjaan rumah sekolah dengan baik,
·       mengumpulkan tugas/pekerjaan rumah tepat waktu,
·      mengakui kesalahan, tidak melemparkan kesalahan kepada teman,
·       berpartisipasi dalam kegiatan sosial di sekolah,
·    menunjukkan prakarsa untuk mengatasi masalah   dalam kelompok di kelas/sekolah,
·      membuat laporan setelah selesai melakukan kegiatan.
4
Santun
·    menghormati orang lain dan menghormati cara bicara yang tepat,
·   menghormati guru, pegawai sekolah, penjaga kebun, dan orang yang lebih tua,
·     berbicara atau bertutur kata halus tidak kasar,
·     berpakaian rapi dan pantas,
·     dapat mengendalikan emosi dalam menghadapi           masalah, tidak marah-marah
·     mengucapkan salam ketika bertemu guru, teman, dan orang-orang disekolah,
·   menunjukkan wajah ramah, bersahabat, dan tidak cemberut,
·      mengucapkan terima kasih apabila menerima bantuan dalam bentuk jasa atau barang dari orang lain.
5
Peduli
·    ingin tahu dan ingin membantu teman yang kesulitan dalam pembelajaran, perhatian kepada orang lain,
·     berpartisipasi dalam kegiatan sosial di sekolah, misal: mengumpulkan sumbangan untuk membantu yang sakit atau kemalangan,
·    meminjamkan alat kepada teman yang tidak       membawa/memiliki,
·      menolong teman yang mengalami kesulitan,
·   menjaga keasrian, keindahan, dan kebersihan     lingkungan sekolah,
·       melerai teman yang berselisih (bertengkar),
·       menjenguk teman atau guru yang sakit,
·      menunjukkan perhatian terhadap kebersihan kelas dan lingkungan sekolah.
6
Percaya Diri
·       berani tampil di depan kelas,
·       berani mengemukakan pendapat,
·       berani mencoba hal baru,
·     mengemukakan pendapat terhadap suatu topik atau masalah,
·    mengajukan diri menjadi ketua kelas atau pengurus kelas lainnya,
·      mengajukan diri untuk mengerjakan tugas atau soal di papan tulis,
·      mencoba hal-hal baru yang bermanfaat,
·     mengungkapkan kritikan membangun terhadap karya orang lain,
·  memberikan argumen yang kuat untuk       mempertahankan pendapat.

2.        PENILAIAN PSIKOMOTORIK (KETERAMPILAN)
a.       Penilaian :  Unjuk Kerja Membuat  Poster  :  Muatan Pelajaran PPKn (KD 4.1)
No.
Nama Peserta Didik
K  r  i  t  e  r  i  a
Jumlah
Skor
Nilai
Bahasa
Gambar
Kerapian
4
3
2
1
4
3
2
1
4
3
2
1


1.















2.















3.
















 Instrumen/Rubrik Penilaian                                                                

Kriteria

Bagus Sekali
(4)
Bagus
(3)
Cukup
(2)
Perlu Berlatih Lagi
(1)
Bahasa
Siswa dapat membuat dan menggunakan bahasa ajakan yang tepat dan informatif, serta mandiri saat mengerjakannya.
Siswa dapat membuat dan menggunakan bahasa ajakan yang tepat dan informatif, namun belum sepenuhynya mandiri saat mengerjakan.
Siswa dapat membuat dan menggunakan bahasa ajakan yang tepat, namun belum informatif dan belum sepenuhnya mandiri saat mengerjakannya.
Siswa belum dapat membuat dan menggunakan bahasa ajakan yang tepat dan belum informatif serta belum mandiri saat mengerjakannya.
Gambar
Siswa dapat membuat gambar yang sesuai dengan kalimat yang dibuat serta ukuran yang seimbang dengan bidang kertas.
Siswa dapat membuat gambar yang sesuai dengan kalimat yang dibuat namun ukuran gambar masih belum sesuai dengan bidang kertas.
Siswa belum  dapat membuat gambar yang sesuai dengan kalimat yang dibuat walaupun ukuran gambar sesuai dengan bidang kertas.
Siswa belum dapat membuat gambar yang sesuai dengan kalimat yang dibuat serta ukuran gambar belum seimbang dengan bidang kertas.
Kerapian
Siswa dapat menuliskan dan mewarnai gambar dengan rapi serta menarik dan dapat menjaga kebersihan kertas kerja.
Siswa dapat menuliskan dengan rapi dan mewarnai gambar tidak melebihi garis gambar, namun dalam menjaga kebersihan kertas kerja belum maksimal (kotor dan ada coretan).
Siswa dapat menulis dengan rapi, namun dalam mewarnai belum rapi dan kebersihan kertas  kerja belum terjaga.
Siswa belum dapat menulis dengan rapi dan dalam mewarnainya pun masih melebihi garis gambar serta kebersihan kertas kerja belum terjaga.

Catatan          :    Beri  tanda Ceklis (v)
Penilaian          :    Jumlah skor  x  100
                       12
b.      Penilaian :  Unjuk Kerja pengubinan  :  Muatan Pelajaran Matematika (KD. 4.4)
   dan SBdP (KD. 4.3)
No.
Nama Siswa
K  r  i  t  e  r  i  a
Jlh
Skor
Nilai
Ketepatan (Celah)
Tidak Tumpang Tindih
Variasi Bentuk
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1.















2.















3.
















 Instrumen/Rubrik Penilaian
Rubik Pengubinan
Kriteria
4
3
2
1
Ketepatan (celah)
Antar bangun geometri tidak terdapat celah.
Terdapat 1 – 2 celah antar bangun.
Terdapat 3 – 4 celah antar bangun.
Terdapat 5 atau lebih celah antar bangun.
Ketepatan (tidak tumpang tindih)
Antar bangun geometri tidak terdapat tumpang tindih.
Terdapat 1 – 2 bangun yang tumpang tindih.
Terdapat 3 – 4 bangun yang tumpang tindih.
Terdapat 5 atau lebih bangun yang tumpang tindih.
Variasi bentuk
4 jenis bentuk digunakan.
3 jenis bentuk digunakan.
2 jenis bentuk digunakan.
1 jenis bentuk digunakan.
                              
Catatan            :      Beri  tanda Ceklis (v)
Penilaian            :      Jumlah skor  x  100
                             12